Jumlah

307176

TAFAQUR


-  ILLAHI LASTU LIFIRDAUSI AHLAN
- YA TUHAN, AKU TAK LAYAK MASUK SURGAMU
- WALAA AQWAA ‘ALANNARIL JAHIIMI
- TAPI AKU TAK SANGGUP MASUK NERAKAMU
- FAHABLI TAUBATAN WAQFIR DZUNUUBI
- TERIMALAH TAUBATKU DAN AMPUNI SEGALA DOSAKU
- FA INNAKA GHOOFIRUDDZAMBIL ‘ADZIIMI
- SESUNGGUHNYA ENGKAULAH PENGAMPUN DOSA-DOSA BESAR
- DZUNUUBII MITLU A’DAADIR RIMAALI
- DOSA-DOSAKU BAGAIKAN BUTIRAN PSIR DI PANTAI
- FAHABLI TAUBATAN YAA DZALJALAALI
- TERIMALAH TAUBATKU YA TUHAN YANG MAHA TINGGI
- WA’UMRII NAAQISHUN FIIKULLIYAUMI
- DAN USIAKU YANG BERKURANG SETIAP HARI
- WA DZAMBII ZAA-IDUN KAIFAHTIMAALI
- SEMENTARA DOSA-DOSAKU BERTAMBAH SETIAP HARI
- ILLAHI A’BDUKAL ‘AASHI ATAAKA
- YA TUHANKU, HAMBAMU YANG SERING MELAKUKAN MAKSIAT INI TELAH DATANG KEPADA MU
- MUQIRRON BIDDZUNUUBI WAQOD DA’AAKA
- YANG SENANTIASA BERBUAT DOSA, DAN SESUNGGUHNYA TELAH BERDOA KEPADAMU
- FA IN TAGHFIR FA ANTA LDZAAKA AHLUN
- JIKA KAU BERI AMPUNAN, MAKA ITU ADALAH HAK MU
- WA IN FAMAN NARJUU SIWAAKA
- DAN JIKA KAU TINGGALKAN, MAKA SIAPA LAGI YANG HENDAK KAMI HARAPKAN….

Suatu malam, aq tidak bisa tertidur. Padahal hari itu aq sangat lelah sebab kerjaan dari pagi hingga malam. Aq teringat kata ustadz ahli dzikir Arifin Ilham. Kata beliau, sibuklah memperbaiki diri sendiri, jangan terpengaruh, apalagi mengurusi urusan orang lain. Ingin sekali sering bertafaqur. merasakan hinanya diri, merasakan lezatnya kasih sayang Allah, hingga yang di bilang Ustadz Guru Juhdi, *ya Allah, limpahkan kesehatan dan kesejahteraan kepada beliau. kita tidak lagi memandang bala adalah sebuah musibah, tapi adalah karunia, karna dari bala, muncul sifat tawadu, merendah diri bahwa aq ini pantas mendapat bala. Tidak sepantasnya aq bersedih, apalagi marah kepada Allah. Mungkin ini sebuah teguran, atau bahkan hadiah bahwa Allah sayang kepada kita, cinta kepada kita.

Suasana hening malam mendengar lagu yang dibawakan Hadad Alwi, tak terasa air mata mengalir, sebuah kata-kata luar biasa dalam maknanya. Yang menciptakan sa’ir ini juga pasti orang yang tinggi ilmunya, tinggi ma’rifat kepada Tuhannya. Hingga kata-kata Tauhid penuh akhlak. “Jika Kau beri ampunan, maka itu adalah hak mu. Dan jika Kau tinggalkan, maka siapa lagi yang hendak kami harapkan”. Subhanallah.. AllahuAkbar…
Seseorang yang kasyaf, pernah menjelaskan kepada q. Coba dengarkan lagu *BERTAHAN – RAMA. Lagu tersebut kalau kita balik makna yang awalnya kepada seorang yang di cintai, menjadi TUHAN yang kita cintai berkelakuan seperti dalam lagu tersebut. Itulah TuhanMu.. liriknya :

Lihat aku disini, kau lukai hati dan perasaan ini
Tapi entah mengapa, aku bisa memberikan maaf padaMu.
Mungkin karena cinta, kepadamu tulus dari dasar hatiku.
Mungkin karena aku, berharap, kau dapat mengerti cintaku,
Lihat aku disini, bertahan walau kau selalu menyakiti
Hingga air mataku. Tak dapat menetes habis terurai
Mungkin karena cinta. Padamu, tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena aku, berharap kau dapat mengerti cintaku.
Meski, Kau terus sakiti aku, Cinta ini akan selalu memafkan.
Dan aku, ku percaya nanti engkau, mengeti bahwa cintaku takkan mati.


Makna yang terkandung dalam bacaan BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM. Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Makna Maha adalah melebihi dari sesuatu apapun. Itulah Allah. Tuhan yang sering kita sembah. Betapapun kita maksiat, berapa banyak dosa yang kita lakukan. Beliau selalu membukakan pintu ampun  dan maaf kepada Hamba Hambanya. Meski kita telah banyak melanggar perintah-perintahnya, selalu berbuat maksiat kepadaNya. Ampunan Allah melebihi luas langit dan Bumi. Tunggu apalagi.
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar