- ILLAHI LASTU LIFIRDAUSI AHLAN
- YA TUHAN, AKU TAK LAYAK MASUK SURGAMU
- WALAA AQWAA
‘ALANNARIL JAHIIMI
- TAPI AKU TAK SANGGUP MASUK NERAKAMU
- FAHABLI
TAUBATAN WAQFIR DZUNUUBI
- TERIMALAH TAUBATKU DAN AMPUNI SEGALA DOSAKU
- FA INNAKA
GHOOFIRUDDZAMBIL ‘ADZIIMI
- SESUNGGUHNYA ENGKAULAH PENGAMPUN DOSA-DOSA BESAR
- DZUNUUBII MITLU
A’DAADIR RIMAALI
- DOSA-DOSAKU BAGAIKAN BUTIRAN PSIR DI PANTAI
- FAHABLI
TAUBATAN YAA DZALJALAALI
- TERIMALAH TAUBATKU YA TUHAN YANG MAHA TINGGI
- WA’UMRII NAAQISHUN
FIIKULLIYAUMI
- DAN USIAKU YANG BERKURANG SETIAP HARI
- WA DZAMBII
ZAA-IDUN KAIFAHTIMAALI
- SEMENTARA DOSA-DOSAKU BERTAMBAH SETIAP HARI
- ILLAHI A’BDUKAL
‘AASHI ATAAKA
- YA TUHANKU, HAMBAMU YANG SERING MELAKUKAN MAKSIAT INI
TELAH DATANG KEPADA MU
- MUQIRRON
BIDDZUNUUBI WAQOD DA’AAKA
- YANG SENANTIASA BERBUAT DOSA, DAN SESUNGGUHNYA TELAH
BERDOA KEPADAMU
- FA IN TAGHFIR
FA ANTA LDZAAKA AHLUN
- JIKA KAU BERI AMPUNAN, MAKA ITU ADALAH HAK MU
- WA IN FAMAN
NARJUU SIWAAKA
- DAN JIKA KAU TINGGALKAN, MAKA SIAPA LAGI YANG HENDAK
KAMI HARAPKAN….
Suatu malam, aq
tidak bisa tertidur. Padahal hari itu aq sangat lelah sebab kerjaan dari pagi
hingga malam. Aq teringat kata ustadz ahli dzikir Arifin Ilham. Kata beliau,
sibuklah memperbaiki diri sendiri, jangan terpengaruh, apalagi mengurusi urusan
orang lain. Ingin sekali sering bertafaqur. merasakan hinanya diri, merasakan
lezatnya kasih sayang Allah, hingga yang di bilang Ustadz Guru Juhdi, *ya
Allah, limpahkan kesehatan dan kesejahteraan kepada beliau. kita tidak lagi
memandang bala adalah sebuah musibah, tapi adalah karunia, karna dari bala,
muncul sifat tawadu, merendah diri bahwa aq ini pantas mendapat bala. Tidak
sepantasnya aq bersedih, apalagi marah kepada Allah. Mungkin ini sebuah
teguran, atau bahkan hadiah bahwa Allah sayang kepada kita, cinta kepada kita.
Suasana hening
malam mendengar lagu yang dibawakan Hadad Alwi, tak terasa air mata mengalir,
sebuah kata-kata luar biasa dalam maknanya. Yang menciptakan sa’ir ini juga
pasti orang yang tinggi ilmunya, tinggi ma’rifat kepada Tuhannya. Hingga
kata-kata Tauhid penuh akhlak. “Jika Kau beri ampunan, maka itu adalah hak mu.
Dan jika Kau tinggalkan, maka siapa lagi yang hendak kami harapkan”.
Subhanallah.. AllahuAkbar…
Seseorang yang
kasyaf, pernah menjelaskan kepada q. Coba dengarkan lagu *BERTAHAN – RAMA. Lagu
tersebut kalau kita balik makna yang awalnya kepada seorang yang di cintai,
menjadi TUHAN yang kita cintai berkelakuan seperti dalam lagu tersebut. Itulah
TuhanMu.. liriknya :
Lihat aku disini,
kau lukai hati dan perasaan ini
Tapi entah
mengapa, aku bisa memberikan maaf padaMu.
Mungkin karena
cinta, kepadamu tulus dari dasar hatiku.
Mungkin karena
aku, berharap, kau dapat mengerti cintaku,
Lihat aku disini,
bertahan walau kau selalu menyakiti
Hingga air mataku.
Tak dapat menetes habis terurai
Mungkin karena
cinta. Padamu, tulus dari dasar hatiku
Mungkin karena
aku, berharap kau dapat mengerti cintaku.
Meski, Kau terus
sakiti aku, Cinta ini akan selalu memafkan.
Dan aku, ku
percaya nanti engkau, mengeti bahwa cintaku takkan mati.
Makna yang
terkandung dalam bacaan BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM. Dengan Nama Allah Yang Maha
Pemurah lagi Maha Penyayang. Makna Maha adalah melebihi dari sesuatu apapun.
Itulah Allah. Tuhan yang sering kita sembah. Betapapun kita maksiat, berapa
banyak dosa yang kita lakukan. Beliau selalu membukakan pintu ampun dan maaf kepada Hamba Hambanya. Meski kita
telah banyak melanggar perintah-perintahnya, selalu berbuat maksiat kepadaNya.
Ampunan Allah melebihi luas langit dan Bumi. Tunggu apalagi.